454

√ 6+ Jenis, Manfaat Daging & Keuntungan Budidaya Ayam Kalkun

Ayam Kalkun-Siapa yang belum pernah mendengar mengenai kalkun? Di Indonesia sendiri lebih dikenal sebagai ayam kalkun yang merupakan unggas jenis burung yang berukuran besar dari ordo Galliformes genus Meleagris.

Unggas ini berasal dari daratan Amerika, tepatnya di Amerika Utara (Meleagris gallavapo) dan Amerika Tengah (Meleagris occellata).

Yang banyak diternakkan saat ini termasuk dalam spesien M. gallavapo dan dikatakan sebagai spesies yang dibudidayakan oleh suku Maya. Selain itu, spesies ini juga dikenal sebagai kalkun liar dan dijadikan sebagai hewan buruan di hutan-hutan Amerika Utara.

Di sisi lain, keberadaan kerabat dekatnya yaitu M. occeallata dilindungi karena sudah hampir punah. Populasinya hanya terdapat di Semenanjung Yucatan di Meksiko.

Sejarah Ayam Kalkun

Dalam Bahasa Inggris kalkun disebut sebagai turkey ketika orang Eropa pertama kali melihat unggas ini di Amerika. Teori pertama menyatakan mereka salah mengira kalkun sebagai Numida meleagris, burung asli Afrika yang diimport ke Eropa oleh para pedagang Turki.

Sementara itu teori kedua mengatakan bahwa burung asli Amerika ini diimpor langsung ke Inggris oleh para pedagang Turki, sehingga disebut demikian.

Sementara itu nama kalkun dalam Bahasa Indonesia berasa dari kata kalkoen (Belanda). Asal kata ini adalah Kota Kalikut di India, sedang dalam Bahasa Melayu kalkun disebut sebagai ayam Belanda. Selain Indonesia dan Belanda, penamaan yang serupa juga terdapat di Denmark dan Norwegia (kalkun), Swedia (kalkon), Jerman (kalkuun), Finlandia (kalkkuna), dan Bahasa Papiamento (kalakuna).

Kemungkinan besar ini dikarenakan pedagang yang membawa kalkun berasal dari Kota Kalikut.

Jenis unggas ini sendiri sudah dibudidayakan oleh penduduk kuno di Meksiko. Masyarakat Maya dan Aztek telah beternak kalkun untuk dijadikan sebagai bahan makanan maupun sesaji.

Ada banyak resep khas yang telah dijaga secara turun-temurun selama ratusan tahun tentang bagaimana cara mengolah daging kalkun.

Sejak dulu, masakan berbahan dasar kalkun selalu disajikan khusus hanya untuk acara-acara istimewa. Tradisi ini masih dijaga dan hingga kini pun hidangan kalkun hanya disajikan pada perayaan khusus, sehingga menyebabkan harga ayam kalkun mahal.

Jenis Ayam Kalkun

Seperti yang diketahui, ayam kalkun yang dibudidayakan adalah yang berasal dari spesies M. gallavapo. Selain karena sejarahnya yang telah diternakkan sejak masa bangsa Maya terdahulu, namun juga karena secara fisik kalkun ini besar.

Terlebih lagi, spesies kalkun yang satunya merupakan hewan yang dilindungi. Berikut adalah jenis-jenis kalkun yang banyak dibudidayakan:

1. Kalkun Bronze

Jenis ini merupakan yang paling populer di Indonesia dan yang paling murah dibandingkan dengan jenis lainnya.

Umumnya jenis kalkun inilah yang paling banyak dijadikan sebagai konsumsi. Ciri utama dari kalkun ini adalah warna dasar bulunya yang hitam.

2. White Holland

Sebagaimana namanya, kalkun ini memiliki bulu putih yang menutupi seluruh tubuh. Kebanyakan kalkun jenis White Holland dijadikan sebagai ayam hias dan tidak untuk dikonsumsi.

Banyak orang yang berminat dengan jenis ayam ini untuk dijadikan sebagai peliharaan.

3. Black Spanish

Layaknya White Holland yang dinamai karena warna bulunya, jenis kalkun Black Spanish juga diberi nama karena bulunya. Kalkun ini memiliki bulu hitam pekat secara menyeluruh, kecuali pada bagian kepala saja.

Jenis kalkun ini tergolong langka, sehingga membuat harganya menjadi sedikit lebih mahal dibandingkan yang lain.

4. Bourbon Red

Termasuk jenis kalkun yang sulit untuk ditemui di Indonesia. Memiliki ciri bulu berwarna coklat kemerahan, akan tetapi pada bagian sayap bulunya berwarna putih.

Meskipun langka, namun harga Bourbon red tidak semahal Black Spanish.

5. Golden Palm

Golden Palm juga merupakan jenis kalkun yang mudah ditemukan di Indonesia. Nama Golden Palm diberikan karena warna bulunya merupakan perpaduan antara coklat keemasan, putih, dan hitam.

Jenis ini juga sering dijadikan untuk konsumsi.

6. Royal Palm

Jenis kalkun terakhir yang ada di Indonesia yaitu Royal Palm yang merupakan hasil rekayasa perkawinan silang antara kalkun jenis Narragansett, Wild, dan Bronze.

Hasil persilangan tersebut menghasilkan warna bulu putih-hitam dalam bentuk strip yang saling membentuk motif strip.

Makanan Ayam Kalkun

Makanan Ayam Kalkun

Kini di Indonesia sudah banyak peternak unggas yang beternak kalkun. Hal ini dikarenakan mulai banyaknya permintaan terhadap jenis unggas ini dan nilai jualnya yang tinggi.

Selain itu, perawatannya pun tak begitu sulit dan hampir sama dengan beternak jenis ayam yang lain. Untuk masalah makanan, berikut adalah daftar makanan yang biasanya diberikan pada kalkun:

1. Bekatul

Bekatul atau dikenal juga sebagai dedak merupakan hasil gilingan dari kulit padi sebagai bahan campuran makanan ternak unggas. Manfaat bekatul sendiri adalah sebagai penambah nafsu makan bagi kalkun.

Untuk memberi makan kalkun, gunakan bekatul yang halus dan jangan yang kasar, sebab kalkun lebih menyukai yang halus.

2. Voer atau BR

Peternak ayam banyak yang memberikan Voer atau BR sebagai bahan makanan, termasuk pada kalkun. Ini dikarenakan kandungan protein dan karbohidratya yang tinggi, sehingga akan mempercepat proses penggemukan.

Biasanya bahan makanan ini diberikan dengan dicampurkan dengan bahan lain seperti bekatul.

3. Nasi Aking

Nasi aking atau nasi sisa yang sudah dikeringkan juga dapat diberikan untuk memberi makan kalkun. Sebelum diberikan, nasi aking harus direndam dalam air panas terlebih dahulu agar lunak.

Pemberian nasi aking bertujuan untuk mencukupi kebutuhan karbohidrat kalkun agar tetap berstamina. Hanya saja perlu kehati-hatian dalam memilih nasi aking yang masih baik.

4. Sayuran dan Dedaunan

Jenis sayuran dan dedaunan yang baik digunakan sebagai pakan ternak kalkun adalah daun pisang, kangkung, eceng gondok, sawi, dan sebagainya. Perlu diperhatikan untuk membatasi pemberian daun pepaya pada kalkun karena dapat menyebabkan kelumpuhan.

Menurut hasil penelitian, diketahui manfaat eceng gondok sebagai bahan makanan alternatif untuk kalkun sangat baik, karena mengandung protein kasar.

Telur Ayam Kalkun

Telur Ayam Kalkun

Sebagai peternak skala rumahan menetaskan secara alami sangat bagus. Hal ini mengurangi cacat si anak kalkun, seperti kaki, cara jalan dan fisik lainnya. Kenapa kok jarang di konsumsi telur kalkun oleh orang-orang ya.

Karena selama sepekan induk kalkun hanya dapat bertelur 2 butir saja jadi jauh berbeda dengan ayam yang hampir setiap hari dapat bertelur. Informasi ini kami dapatkan dari Modern farmer, dengan demikian menjadikan harga telur sangat mahal yakni $ 2-3 amerika.

Selain hal diatas adapun keunikan lainnya dari telur kalkun. Ayam Kalkun biasanya bertelur 10-14 butir setiap periodenya. Jadi dalam kurun waktu satu tahun hanya bisa memproduksi sekitar 200 butir saja. Bahkan dalam fase mengeram induk kalkun membutuhkan waktu 28 hari sampai 1 bulan untuk menetaskan telur-telurnya.

Manfaat Daging Ayam Kalkun

Manfaat Daging Ayam Kalkun

Daging kalkun memiliki manfaat yang baik untuk dikonsumsi. Menurut hasil penelitian, kandungan gizi yang ada dalam daging kalkun lebih unggul dibandingkan kandungan gizi pada ayam kampung.

Padahal ayam kampung sudah diakui sebagai salah satu sumber gizi terbaik lokal. Ditambah lagi, tekstur daging kalkun juga tidak jauh berbeda dengan daging ayam kampung maupun daging bebek.

Pada daging pada bagian dada kalkun mengandung prosentase protein sebesar 49%, di mana 3% lebih tinggi dibandingkan pada dada ayam kampung. Selain itu, kandungan lemak pada daging kalkun pun hanya berkisar antara 2% – 4%, yang jauh lebih rending dibandingkan ayam kampung yang ada pada kisaran 1% – 6%.

Setiap 300 gram daging kalkun mampu mencukupi kandungan Vitamin B3 harian yang bermanfaat pada pengaturan lemak tubuh serta mengendalikan kadar kolesterol darah. Kandungan mineralnya pun tidak berbeda dengan kandungan mineral pada ayam kampung.

Keuntungan Budidaya Ayam Kalkun

Ayam Kalkun

Peluang usaha dalam budidaya kalkun tergolong menjanjikan, karena terus meningkatnya permintaan akan kalkun dari waktu ke waktu. Asalkan tekun dalam beternak kalkun, keuntungan yang dapat diperoleh pun tidak sedikit.

Harga jual kalkun untuk konsumsi berkisar antara 85 ribu rupiah hingga 500 ribu rupiah. Belum lagi harga jual kalkun hias yang dijadikan sebagai hewan peliharaan.

Tertarik untuk memulai usaha budidaya kalkun, mulailah dengan mempelajari mengenai contoh-contoh kandang ayam kalkun. Dari sana, selanjutnya dapat mulai merencanakan seberapa besar skala usaha budidaya yang akan di geluti.

Dapat diawali dengan memanfaatkan pekarangan rumah yang ada dan dapat memperbesarnya di kemudian hari.

Kandang Ayam Kalkun

 

 

Sebelum semuanya terjadi pemilihan letak kandang dan desain adalah hal utama. Sebab dapat berpengaruh untuk langkah kedepannya. Misalnya sobat tinggal di pemukiman kota, jika kandang asal-asalan saja pasti bisa menimbulkan bau kotoran sehingga warga sekitar bisa marah.

Kedua ialah tujuan memelihara untuk apa? Bisnis atau peliharaan saja, tentu ini aspek wajib dipikirkan sejak awal sebelum membeli ayam kalkun. Karena secara perhitungan biaya pakan dan perawatan ada target tertentu untuk membuahkan hasil yang maksimal.

Sedangkan desain kandang bisa disesuaikan dengan biaya dan luas tanah yang hendak dibangun. Beberapa poin penting lainnya adalah lokasi, arah, atap, lantai dan dinding kandang. Ya pastinya setiap poin ini ada dampak positif dan negatifnya dong. Jadi bagaimana kesiapan sobat saat ini?

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply