√ 5+ Contoh Modal Awal Ternak Ayam Petelur & Cara Mengelolannya

Ternak ayam petelur-Ayam petelur berasal dari keturunan salah satu subspesies ayam hutan yang banyak dikenal sebagai ayam hutan merah atau ayam bangkiwa. Hewan ini termasuk hewan yang mudah beradaptasi di sembarang tempat, asalkan ketersediaan makanannya melimpah.

Bicara mengenai ketersediaan makanan,sebelum memulai bisnis ternak ayam ini perlu hitung berapa keuntungan yang didapatkan dari modal ternak ayam petelur yang digunakan.

Telur merupakan bahan makanan yang sangat dibutuhkan, baik dalam rumah tangga, rumah makan ataupun untuk usaha kue. Selain rasanya yang enak, di dalam telur terkandung banyak vitamin dan protein yang dibutuhkan oleh manusia setiap hari.

Sebagai kebutuhan pokok, tentu saja telur banyak dijajakan di warung, minimarket, pasar tradisional hingga supermarket kelas atas. Nah, jika tertarik dengan bisnis ternak ayam ini, berikut rincian keuntungan serta modal yang harus dikeluarkan.

Keuntungan Ternak Ayam Petelur

Keuntungan Ternak Ayam Petelur

Ayam ini merupakan jenis ayam yang banyak menghasilkan telur untuk dikonsumsi setiap hari. Telur sendiri merupakan sumber protein yang banyak dibutuhkan oleh tubuh manusia, tak jarang banyak yang gemar mengkonsumsi telur setiap hari.

Banyaknya akan permintaan telur saat ini, menjadikan peternak ayam petelur kewalahan menangani permintaan yang makin hari makin bertambah.

1. Permintaan Tinggi

Permintaan Ayam Petelur Tinggi

bisnis ternak ayam petelur dilakukan untuk diambil telurnya sebagai komoditas ekonomi. Permintaan masyarakat terhadap telur setiap hari semakin bertambah besar. Hal ini dilatarbelakangi oleh  telur merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang sering (bahan sembako).

Seiring dengan meningkatnya jumlah populasi penduduk baik yang berada di kota maupun desa, menjadikan permintaan akan telur ayam sangat tinggi akhir-akhir ini dan selamanya.

2. Prospek Menjanjikan

Prospek Menjanjikan

Tidak hanya enak untuk dikonsumsi dengan nasi, telur juga menjadi bahan dasar dalam pembuatan makanan/cemilan lainnya. Seperti, kue bolu ulang tahun dan pernikahan, martabak, sale pisang ambon,  hingga berbagai macam kue lainnya.hal ini, menjadikan penjualan telur laris manis setiap hari.

Nah, dari sinilah dapat dipastikan prospek usaha beternak ayam petelur menjanjikan untung besar dengan cara mengandalkan penjualan telur per hari.

3. Pasar Luas

Pasar Luas

Pangsa pasar dari bisnis ternak ayam petelur ini bukan hanya mengandalkan setiap rumah tangga. Namun, target pasar bisnis ternak ayam ini juga mencakup kalangan pengusaha kuliner atau industri makanan skala besar atau skala kecil.

Dikarenakan produktivitas ayam ini menghasilkan telur setiap hari serta pangsa pasarnya yang luas, bisnis ternak ayam ini tentu layak dipertimbangkan sebagai bisnis sampingan yang sangat menjanjikan keuntungan tinggi.

Untuk menghitung berapa keuntungan ternak ayam petelur per bulannya, hitung terlebih dahulu berapa modal ternak ayam petelur saat memulai beternak. kemudian asumsi pertama adalah menghitung produksi telur per hari, anggap saja produk telur 90%. Jadi produksi telur per hari adalah 90% x 100 ayam,hasilnya adalah 90 butir telur, asumsikan dalam bentuk 1 kg terdiri 15 butir jadi, produksi dalam kilo sebesar 6 kg per hari dan sebulan bisa mencapai 180  kg.

Produksi telur dikalikan dengan harga telur saat ini, misal 16.000. Jadi pendapatan utama sebesar Rp 2.880.000. Selain dari telur, kita bisa menjual kotoran ayam, kita asumsikan sebulan 100 kg. Harga 1 karung kotoran ayam basah sebesar 10.000. Jadi totalnya 1.000.000. Jadi total keuntungan sebesar 3.880.000/bulan

Modal Ternak Ayam Petelur

Modal Ternak Ayam Petelur

Bisnis ternak ayam petelur lebih menjanjikan ketimbang ternak ayam pedaging. Hal ini dikarenakan semua bagian ayam petelur ini sangat bermanfaat. Telur ayam dapat bermanfaat sebagai pusat usaha yang pokok, kotorannya bisa dimanfaatkan sebagai biogas, makanan ikan lele dan pupuk kandang bagi tumbuhan.

Selain itu bulu ayam petelur dapat dibuat menjadi alat kebersihan, dan yang terakhir daging ayam petelur bisa dijual dengan harga tinggi.

Mengenai besar kecilnya keuntungan dan modal ternak ayam petelur tergantung skala usaha yang dijalankan. Jika skala usahanya kecil maka modal yang dibutuhkan juga relatif kecil.

Namun jika memutuskan memilih untuk ternak ayam petelur skala besar maka modal yang diperlukan pun lumayan besar. Untuk lebih jelasnya, inilah rincian modal usaha yang diperlukan dalam membuka usaha peternakan ayam petelur

1. Pembuatan Kandang Ayam Petelur

Tahap awal dalam ternak ayam petelur ini adalah pembuatan kandang. Biaya yang dibutuhkan sekitar Rp. 7000.000 – Rp 8.000.000. Kandang dibuat  sesederhana mungkin dan murah, namun tetap melihat aspek kenyamanan untuk ayam dan jumlah yang akan dipelihara.

Untuk menghemat anggaran biaya, pembuatan kandang dapat juga menggunakan kayu bekas yang tak terpakai. dalam pembuatan kandang, pilihlah lokasi peternakan yang berada di daerah dengan potensi polusi udara yang tidak mengganggu penduduk sekitar.

2. Bibit Ayam Petelur

Harga bibit ayam petelur bervariasi, mulai yang harga Rp 7000 hingga Rp 10.000. Namun, untuk harga ayam petelur siap telur harganya lebih mahal sekitar Rp 50.000.

Jadi, untuk membeli bibit ayam yang siap telur (misalnya dalam jumlah 100 ekor), biaya yang diperlukan sebesar Rp 5.000.000 (100 bibit x Rp 50.000). Bibit ayam petelur dapat dibeli melalui pedagang keliling atau perusahaan pembibitan ayam.

3. Pakan Ayam Petelur

Pakan ayam yang standar digunakan dalam ternak ayam petelur ini ada tiga macam yakni konsentrat, beras jagung dan dedak (campuran 35 %, 50 %, dan 15 %). Untuk jumlah yang diperlukan dan harga dari ketiga pakan ini, antara lain sebagai berikut.

  • Konsentrat, 3 Kg = Rp 5.000 per kg x 3 = Rp 15.000
  • Beras Jagung,  6 Kg = Rp 2.500 per kg x 6 = Rp 15.000
  • Bekatul, 2 Kg= Rp 1.000 x 2 = Rp 2.000

Total : Rp. 32.000

Asumsinya :

1 ekor ayam petelur per hari membutuhkan sebanyak 110 gram pakan, sehingga 110 gram x 100 ekor = 11.000 gram = 11 Kg,

Jika setiap hari 100 ekor ayam membutuhkan pakan sebanyak 11 Kg, berarti dibutuhkan modal ternak ayam petelur untuk ketersediaan pakan sekitar Rp 32.000 x 30 hari = Rp 960.000. Jadi total biaya pakan sampai ayam bertelur adalah sebesar Rp 960.000 ( lebih kurang Rp 1.000.000)

4. Pemberian Vaksin dan Vitamin

Biaya Vitamin, Vaksin dan obatan obatan lainnya menyesuaikan program peternakan yang diterapkan. Pemberian vaksin berguna untuk menghindari ayam dari berbagai jenis penyakit yang menyerang.

Jika 1 ekor ayam membutuhkan biaya vaksin, vitamin dan obat-obatan sekitar Rp.5000, maka untuk 100 ekor ayam dibutuhkan biaya sebesar 100 ekor x Rp. 5000 = Rp. 500.000.

5. Biaya lain-lain

biaya lain-lain ini bisa berupa gaji karyawan (jika menggunakan karyawan), biaya listrik dan air. Selain itu, tempat makan dan tempat minum ayam juga dapat dimasukkan ke dalam jenis biaya ini. Untuk keseluruhan biaya biaya tersebut dapat diperkirakan sekitar Rp.300.000-Rp.500.000.

Untuk total keseluruhan biaya atau modal yang dibutuhkan dalam memulai ternak ayam petelur ini adalah:

  • Pembuatan kandang : Rp 8.000.000
  • Bibit Ayam siap telur : Rp 5.000.000
  • Pakan Ayam per bulan :Rp 1.000.000
  • Vaksin, vitamin dan obat obatan : Rp. 500.000
  • Biaya lain-lain : Rp.400.000

Total Biaya yang dibutuhkan : Rp. 14.900.000-Rp. 15.000.000

Itulah beberapa keuntungan yang diperoleh dari bisnis peternakan ayam serta berapa modal ternak ayam petelur yang dibutuhkan untuk 100 ekor ayam.Adapun modal usaha bisa berupa materi seperti uang dan peralatan, tanah dan lain lain seperti yang dijelaskan di atas, selain itu modal dapat juga berupa keterampilan, sikap berani, jujur.

Leave a Reply