√ Mengenal Jenis-jenis Ayam Brahma Berdasarkan Ukurannya

Ayam Brahma merupakan bukan sekedar ayam hias bagi pecinta dan kolektor saja. Keunikan dari unggas ini bisa dimanfaatkan berbagai macam seperti petelur, pedaging dan klangenan.

Dari beberapa sumber yang kami dapatkan bahwasanya asal muasal ayam ini dari negara india sedangkan namanya diambil dari tempat asalnya yakni Brahmaputra. Dengan postur tubuh yang super besar ini ayam brahma dapat dibilang jumbo. Akan tetapi tidak hanya satu jenis saja pada unggas hias ini.

Kalau ayam kampung memiliki rata-rata bobot 1,5-2,5 kg, namun ayam brahma betina dewasa memiliki rata-rata berat 4 kg dan jantan bisa mencapai 6-7 kg. Tak hanya itu keistimewaan dari unggas ini, dikarenakan produktifitas yang cukup bagus. Sehingga bisa dipelihara sebagai ayam petelur.

Di Indonesia sendiri para pemilik unggas ini masih jarang, jika dipelihara ayam ini bisa menjadi alternatif sebagai ayam petelur bahkan juga sebagai ayam pedaging pula.

Ciri-Ciri Fisik Ayam Brahma

ciri-ciri ayam brahma

Unggas unik satu ini memiliki beberapa ciri-ciri fisik yang sangat memudahkan kita membedakan dengan yang lainnya, antara lain sebagai berikut ini:

  • Ayam brahma dewasa bisa mencapai tinggi 70 cm
  • Bobot betina dewasa kurang lebih 4 kg
  • Berat rata-rata jantan dewasa bisa mencapai 6-7 kg
  • Bulu-bulu yang tumbuh ke kaki
  • Memiliki beberapa varietas yakni bulu yang berbeda-beda seperti light, dark, buff dan lain-lain.

Jenis-jenis Ayam Brahma

Ayam Brahma dapat kita kenali dan membedakannya dalam kategori beberapa jenis yakni berdasarkan warna bulunya:

Light Brahma

light brahma

 

Ini merupakan jenis yang pada dasarnya hampir sama dengan jenis ayam brahma columbian akan tetapi hal utama yang membedakan ialah warna bulu yang lebih kotor. Namun meski berbeda warna bulu indahnya bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi penghobi.

Perpaduan warna kelabu dan coklat ke emasan ini sangat unik dan indah kita pandangi. Jadi untuk masalah warna bulu tergantung pada pemilik mau memelihara yang jenis apa.

Dark Brahma

jenis dark brahma

Unggas ini memiliki corak bulu dasar hitam pada bagian leher disertai ujung dengan warna kuning. Di karenakan memiliki warna yang dominan ke hitam maka akhirnya di sebut sebagai ayam drak atau ayam yang berwarna gelap.

Columbian Light Brahma

Columbian Light Brahma

Colombian ini merupakan salah satu jenis ayam brahma klasik. Kenapa kok bisa dikatakan sebagai ayam klasik? Hal ini karena unggas ini memiliki warna bulu dasar putih yang disertai bintik-bintik hitam pada bagian leher dan ujung ekornya. 

Selain itu unggas ini termasuk sebagai jenis ayam yang bersih. Bagaimana, apakah teman-teman minat memeliharanya?

Baca Juga : √ Peluang Bisnis Ayam Joper [Jawa Super]

Salmon

ayam brahma salmon

Unggas satu ini cukup memikat daya terik bagi siapa saja yang melihat. Iya betul ayam ini merupakan dari varietas brahma yang dinamakan sebagai salmon. Warna bulu pada ayam ini beragam yakni dengan dasar warna kelabu yang disertai dengan corak rawis leher jalak dan pada bagian sayap kuning kemerahan. 

Namun bulu ekornya berwarna abu-abu tua, jadi sangat indah jika kita pelihara di rumah.

Isabel 

ayam brahma isabel

Ayam brahma isabel menjadi kandidat yang langka di negara Indonesia. Karena masih jarang yang memilikinya. Warna bulu pada unggas jenis ini yaitu abu-abu cerah dengan perpaduan rawis pada tubuhnya kuning.

Blue Brahma

ayam blue brahma

Cukup mencengangkan bukan pada dunia unggas, mungkin sahabat duniabinatang.net baru pertama kali mendengarkan atau melihat jenis ayam satu ini. Meski memiliki nama sebagai ayam blue, akan tetapi ayam ini berwarna dengan bulu yang abu-abu. Biasanya pada dunia ayam hias penggunaan warna blue itu ditujukan kepada unggas yang bulunya berwarna abu-abu.

Pakan Ayam Brahma

inilah pakan ayam brahma yang bagus

Dalam dunia peternakan pakan menjadi komponen utama, jadi penggunaan pakan berkualitas menjadi salah satu faktor utama dalam pertumbuhan ayam. Jika kita menyediakan pakan yang kurang bergizi sangat memungkinkan ketika dewasa ayam tersebut tidak maksimal alias jadi lebih kecil ukurannya.

Selain itu juga terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ayam yakni ukuran kandang dan kebersihan kandang. Sudah sepantasnya sebagai pecinta binatang kita mengetahui hal semacam ini.

Setiap peternak memiliki cara tersendiri dalam pemberian pakan kepada hewan ternaknya. Nah maka dari itu kami telah memberikan beberapa yang bisa teman-teman terapkan dalam penggunaan seperti :

  • voer/BR (AD1/2, 591, 594,)
  • Bekatul
  • Dedak
  • Beras Merah
  • Jagung Giling
  • dan berbagai jenis kacang-kacangan

Selain contoh diatas pemberian makanan pada unggas bisa menerapkan seperti sayur-sayuran guna mendongkrak pertumbuhan ayam brahma yaitu :

  • Eceng Gondok
  • Azzola
  • Sawi
  • Kubis
  • Daun Pepaya

Tujuan yang utama tersebut yakni supaya ayam brahma bisa bertumbuh dengan keadaan yang sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Seperti pergantian musim ini menjadi faktor yang sangat bisa memicu ayam sakit dan mati. 

Jika ayam anda mengalami kurangnya nafsu makan bisa berikan daun pepaya agar mengembalikan nafsu makan yang bagus. Alangkah baiknya jika ingin mempercepat pertumbuhan makan terapkanlah penggunaan pakan dengan voer.

Produktifitas Ayam Brahma Bertelur

telur ayam brahma

Bila dilihat dari sisi pertumbuhan ayam satu ini sangat bagus selain itu juga memiliki keunggulan dalam tingkat daya tetas dalam masa berkembang biak. Biasanya setiap indukan bisa menghasilkan telur 16-18 butir telur dalam satu periode. Sehingga peningkatan ayam ini sangat cepat dalam beberapa tahu ini.

Ini menjadi peluang besar dalam dunia ternak, jika masih belum tahu sama sekali bisa mencari komunitas atau teman yang bisa memberikan bimbingan dalam beternak.

Demikianlah rangkaian yang bisa kami sampaikan mohon maaf jika masih banyak kekurangan dan kesalahan kami, baik secara bahasa maupun penulisan. Semoga dengan adanya artikel ini sangat membantu dan menambah wawasan kita. Terimakasih telah menyempatkan waktu membaca artikel ini. Sekian dari kami dan terimakasih.

Leave a Reply