7
214

โˆš Cara Ternak Ayam Hamburg

Ayam hamburg adalah salah satu jenis dari sekian banyak ayam yang tidak begitu dikenal bagi kalangan masyarakat indonesia. Dengan keunikan warna bulu dan ukuran tidak besar menjadikan keistimewaan pada ayam ini.

Akan tetapi hamburg cukup pesat dalam masa pertumbuhan serta dianggap sebagai ayam tipe petelur yang bagus. Maka dari itu bisa dijadikan ayam import sebagai kelas hias maupun penghasil telur di nusantara. Hal ini membuka peluang besar bagi sobat yang mau menekuni beternak ayam hamburg.

Kehadiran ayam unik ini di indonesia sesungguhnya dapat dimanfaatkan sebagai perkawinan silang dengan jenis lain maupun mempertahankan keaslian dari silsilahnya. Namun hal tersebut meski melalui uji kelayakan perlahihan tempat dan ketahanan dari wilayah tropis. Supaya sobat semuanya semakin faham, yuk simak penjelasan informasi dibawah ini.

Asal Usul Ayam Hamburg

Ayam hamburg adalah

 

Dalam bahasa belanda hamburg dikenal dengan sebutan “Hollands Hoen” sedangkan bahasa jermannya “Hamburger”. Asal mula dari ayam jenis baka ini dipercayai dari negara belanda sebelum abad ke 14. Sedangkan nama eja-nya hamburg di united kingdom dan australia.

Perkembangan unggas ternak ini dibiakkan sama spesialis jerman yang berusaha untuk menciptakan ayam yang sempurna. Hal ini ditunjukkan oleh produktivitas sangat bagus dan mudah sekali beradaptasi pada wilayah yang iklimnya ekstrim.

Ketika tumbuh dewasa ayam ukuran sederhana ini bisa mencapai 2-2,5 kilogram untuk jantan dan betinanya antara 1,6-1, kilogram saja. Karena size sedang inilah menjadi daya tarik masyarakat diberbagai manca negara khususnya neraga eropa.

Karakteristik Ayam Hamburg

Sejarah ayam hamburg

Secara fisik ayam hamburg nampak menarik banyak orang karena mempunyai ciri khas badan yang agak lonjong dengan ukuran tidak besar ataupu kecil. Selain itu tulang rusuknya sedikit terangkat yang menghasilkan siluet sebagai keindahan khusus.

Dengan hal inilah sebagai ciri-ciri ayam hollands hoen yang dapat membedakan sama jenis ayam lainnya walaupun secara keseluruhan tidak jauh berbeda dengan ayam pada umumnya. Beberapa karakteristik yang dapat sobat ketahui yaitu seperti dibawah berikut.

  • Kepala sedikit miring ke bawah
  • Lehernya kecil namun memanjang
  • Paruh pendek agak bulat
  • Jengger ayam berbentuk mawar dan lumayan besar ukurannya
  • Mata coklat yang berwarna merah
  • Sayapnya besar dan bulu panjang
  • Diameter kakinya 15-16 mm
  • Kaki kecil berbentuk tulang ros
  • Bobot ayam dewasa 1,6-2,5 kg
  • Warna telur berkulit-kulit yang bersinar dengan berat 50 gram saja

Keistimewaan Ayam Hamburg

Kekurangan ayam hamburg

Meskipun memiliki warna bulu kesamaan dengan jenis ayam petelur pada umumnya, akan tetapi tidak menjadi kekurangan dari kelebihan ayam hamburg ini. Beberapa strain yang menyerupainya ini ada leningrad chints dalam konteks dari ukuran dan tingkat produksi telurnya.

Sedangkan secara karakteristiknya ayam yang memiliki kemiripan dari visualnya ialah ayam leghorn yang kita sama-sama ketahui populer di penjuru dunia dalam urusan produktivitasnya paling tertinggi. Berikut ini ada sedikit informasi mengenai kelebihan ayam hamburg versi dunia binatang.

  • Ayam sangat cepat tumbuh besar
  • Perawatan tidak rumit
  • Produktivitas telur 190-200 butir per tahunnya
  • Memiliki ciri khas warna
  • Mudah adaptasi diberbagai cuaca
  • Sifat ayam tenang dan jinak
  • Ukuran relatif kecil dan kebutuhan pakan rendah
  • Tahan akan terhadap beragam penyakit
  • Kelangsungan hidup tinggi
  • Mempunyai penampilan yang unik dan menarik, alhasil bisa dipelihara untuk komersil maupun hobi.

Untuk segi kekurangan utama dari unggas ternak ini ialah tingkat telur menetas rendah dan periode produksi cepat hilang begitu saja. Dari keterangan diatas menjadi nilai plus minus untuk perbandingan dalam hal resiko dan keuntungan bila sobat memeliharanya.

Harga Ayam Hamburg

Harga ayam hamburg

Berdasarkan informasi yang kami ketahui bahwasanya harga ayam hamburg bisa mencapai jutaan rupiah setiap ekornya. Kenapa bisa mahal, pertama unggas ternak ini dipelihara dinegara eropa. Kemudian dari mata uang pun juga jauh nilai perbandingannya, maka dari itu sobat jangan heran bila bandrolnya diluar nalar kita.

Apalagi bila hendak import pastinya ada biaya transportasi tidak murah lantaran membawa hewan hidup dengan jarak sangat jauh belum lagi dengn resiko kematian yang umumnya ditanggung oleh pembeli. Sehingga untuk mendatangkannya harus siap mental dan uangnya pula.

Sejatinya ayam hamburg tidak jauh berbeda dengan jenis ayam sussex yang mempunyai dwi guna dimana yang dipelihara tidak sekedar menghasilkan telur namun juga dimanfaatkan dagingya juga. Kurang lebihnya seperti itu untuk informasi yang kami sampaikan pada kali ini, semoga bermanfaat dan mohon maaf jika masih banyak kekurangan dan kesalahan sekian terima kasih.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply