358

√ Tips Mudah Budidaya Ulat Kandang

Ulat kandang pernahkan kalian menemui dan mengetahui detail dari serangga satu ini? Jika belum mari kita sama-sama pelajari lebih lanjut terkait ulat kandang tersebut. Berdasarkan informasi kami ketahui secara bahasa inggris ulat kumbang dikenal dengan nama Lesser Mealworm.

Jadi sebetulnya pakan tambahan burung ini merupakan larva dari kumbang Alphitobius Diaperinus family Tenebrionidae. Maka dari tanpa kita sadari bersama kalau ulat hongkong dan jerman masih tergolong keluarga-nya juga.

Sekilas tanpa sudut pandang yang fokus kedua jenis ini memang ada kemiripan dengan ulat hongkong. Hanya saja dari segi ukuran lebih dominan kecil dan warnanya pun nampak cukup gelap serta berjalannya pun cepat. Kenapa serangga ini bisa dinamakan ulat kandang yaitu lantaran mudah ditemukan dibawah kandang ayam yang kering.

Habitat Ulat Kandang

Habitat asli ulat kandang

Sesungguhnya kita sendiri mudah menemukan jenis ulat ini di lingkungan sekitar? Iya benar sekali sebab sebagian besar ulat kandang banyak dijumpai dibawah kandang ayam. Yakni pada kotorannya, namun sobat harus mengetahui bahwa kotoran ayam yang terdapat ulat ini ialah yang sudah difermentasi atu dalam kondisi benar-benar kering.

Alhasil ulat dengan sendirinya akan bermunculan dengan jumlah yang bisa dikatakan banyak pada kotoran ayam yang telah difermentasi tersebut. Maka dari jangan sampai salah penangkapan informasi ya sobat duniabinatang.

Panduan Budidaya Ulat Kandang

Cara ternak ulat kandang

Perlu kalian ketahui bahwa dalam dunia ternak maupun bisnis pastinya kita membutuhkan modal entah dengan biaya besar ataupun kecil. Usaha budidaya ini menurut kami bagus baik dijadikan tambahan sampingan dan pokok.

Jika sobat memiliki kegiatan utama selain dari budidaya baik pekerja kantoran, karyawan atau lain-lainnya, bisa banget bila menekuni ulat kandang untuk menjadi pendapatan tambahan. Namun sebelum hal itu alangkah baiknya jika mempelajarinya terlebih dahulu.

Ketertarikan sobat akan memancing untuk mengulas lebih dalam dari budidaya ulat kandang entah secara aspek keuntungan, estimasi biaya, pemeliharaan, kendala dan pemasaran hasilnya. Oleh hal itu mari kita sama-sama mempelajari dengan detail dari ulat kandang ini sebagai berikut :

Menentukan Lokasi Budidaya

Langkah pertama yang bisa dilakukan dalam melakukan budidaya yaitu menentukan lokasi yang sekiranya tepat yaitu tertutup dan sejuk sebab ulat kandang tidak bisa bertumbuh kembang dengan bagus. Pasalnya dilingkungan yang panas akan bedampak seperti kematian dan sebagainya.

Selain hal diatas lokasi yang bagus yakni mudah dijangkau sobat dalam artian ketika mengontrol dan perawatannya akan lebih mudah dan dekat. Alhasil diri kita sendiri selaku pelaku budidaya juga merasakan nyaman dan aman dari hal yang tidak kita inginkan.

Pembuatan Kandang

Tahap selanjutnya yakni membuatkan kandang baik dari pembesaran dan pembibitan, tujuan utamanya yaitu memudahkan kita untuk mengembangkan serta mengontrol laju pertumbuhannya. Lalu apa saja yang sekiranya sobat perlukan dalam membuat kandang? Kurang lebihnya seperti dibawah berikut ini :

  • Bahan menggunakan triplek
  • Model & ukuran kandang standarnya 1 x 1 meter persergi (sesuaikan nyaman sobat sendiri)
  • Buatlah dengan persegi bila mana ruangan cukup sempit atur saja sedemikian rupa bisa dengan persegi panjang
  • 1 kg ulat indukan bisa dimasukkan ke kandang ukuran 1 x 1 meter
  • Sebagai alasnya dapat memakai pollard gandum untuk media indukan ulat kandang bertelur

Pemilihan Induk Ulat Kandang Berkualitas

Tips ketiga yaitu membeli dan memilah indukan yang berkualitas tinggi agar bisnis sobat bisa berjalan dengan baik. Langkah yang bisa diambil yaitu membeli kepik yang sehat dari spesifikasi warna mengkilap tidak kusam dan cepat bertelur.

Bingung membeli kepiknya? Langsung saja cari di online bisa dari marketplace dan pembisnis di sekitar sobat sendiri. Alhasil ada beberapa opsi yang dapat sobat lakukan guna memperoleh kepik yang bagus dari segi kualitas dan kuantitasnya.

Penanaman Induk

Setelah mendapatkan indukan dengan cara diatas maka langkah berikutnya yaitu memindahkan calon indukan ulat kandang dengan seperti dibawah ini :

  • Bersihkan media dari berbagai kotoran lalu tambahkan pula pollard gandumnya
  • Tambahkan lagi janggel jagung yang telah dihaluskan
  • Berikutnya masukkan indukan bila media pembibitan berukuran 1 x 1 meter maka cukup 1 kg saja
  • Catat waktu memasukkan induk supaya mengetahui perkiraan panen larvanya
  • Jika sudah demikian maka pelihara dengan sebaik mungkin.

Perawatan & Pemeliharaan

Memasuki tahap lanjutan yang mana fokus sobat bertambah ke pemeliharaan dan pengontrolan dengan rutin. Dalam metode pemeliharaan bisa dengan memberi makan dengan rutin kurang lebih 2-3 hari sekali.

Pemberian pakannya cukup dengan pepaya mentah, bengkoang, ubi dan sebagainya. Selain itu bisa juga memberikan dengan wortel, kentang dan lainnya yang sekiranya tidak mudah basi saja. Sedangkan sebagai tambahan nutrisi yang wajib diberikan yakni konsentrat agar pertumbuhan seimbang dan bagus.

Pemisahan Induk dan Larva

Bila tadi sudah mengulas metode penanaman indukan maka setelah 9-12 hari waktunya memisahkan antara induk dan larva ulat kandang. Hal semacam ini bertujuan supaya indukan bisa kembali produksi kembali.

Sedangkan para larva bisa bertumbuh kembang dan segera dipanen untuk penghasilan sobat. Jika sobat bingung prosesi pemindahan bisa dengan menerapkan metode seperti berikut ini :

  • Persiapkan media pembesaran larva
  • Ambil ayakan yang sedang, tujuan memisahkan larva dengan induk dengan mudah
  • Selanjutnya pastikan media larva sesuai standar baik dari janggel jagung dan pollardnya
  • Terakhir masa pemeliharaan dan pembesaran larva-larva

Pemanenan Ulat Kandang

Sesudah melewati 20 hari masa pemeliharaan dan pembesaran, sekarang waktunya untuk panen. Namun ada beberapa tahap yang bisa sobat ambil yang kurang lebihnya demikian :

  • Menyiapkan ayakan kecil dan wadah yang bersih (kontener, nampan)
  • Siapkan untuk tempat media yang sudah digunakan bisa dengan kantong plastik dan sebagainya
  • Selanjutnya mulai mengayak yang bertujuan pollard berjatuhan dan menyisakan ulat kandang yang siap dipanen saja.
  • Pastikan benar-benar bersih antara ulat dan medianya
  • Jika sudah sekarang sobat bisa langsung menjualnya ke toko pakan atau peternak burung sekaligus.
  • Agar proses penjualan bisa stabil sobat cari pelanggan setianya sehingga tidak perlu memikirkan pemasarannya.

Itulah tips dari dunia binatang seputar cara budidaya ulat kandang dengan mudah, bagaimana menurut sobat apakah masih ada pertanyaan? Bila betul bisa cantumkan pada kolom komentar ya.

Kendala Ulat Kandang

Mungkin beberapa sobat belum begitu mengerti lebih dalam dari beberapa kendala yang sering terjadi ketika berbudidaya ulat. Berdasarkan informasi yang kami ketahui yang menjadi faktor utama kelemahan terletak pada ketekunan, soal modal, dan mencari bibit indukan yang benar-benar berkualitas.

Bahkan yang dilain hal diatas juga cuaca, suhu yang terkadang tidak begitu diperhatikan bisa sebagai indikasi kendala para pelaku ternak ulat. Dari contoh sedikit ini semoga bisa membuka jalan untuk menemukan solusi bagi pelaku ternak di nusantara.

Perbedaan Ulat Kandang & Ulat Hongkong

Perbedaan ulat kandang dan ulat hongkong

Pastinya sobat yang membeli ulat akan agak kebingungan ketika membedakan ulat hongkong dengan ulat kandang. Maka dari itu akan kami jelaskan sedikit terkait perbedaan dari keduanya.

Sejatinya kedua ulat ini merupakan sebagai pakan Ekstra Fooding/EF kepada burung dan unggas lainnya. Jika dibandingkan dari segi kualitasnya ya tentunya tergantung pada kebutuhan setiap burungnya.

Langsung saja ke pembahasan utama dari fakta terkait perbedaan utama pada ulat hongkong dan ulat kandang :

  • Sudah berbeda dari jenis karena ulat hongkong dari Tenebrio Molitor sedangkan ulat kandang dari Lesser Mealworm.
  • Sedangkan dari perbedaan ukurannya ulat kandang lebih kecil kurang lebih hanya 6-11 mili saja dan ulat hongkong bisa mencapai 26 mm.
  • Ulat hongkong terdapat semburat warna kekuningan sementara ulat kandang dominan coklat kehitaman.

Manfaat Ulat Kandang

Manfaat ulat kandang untuk murai batu

Tahukah kalian sobat bahwa salah satu manfaatnya untuk burung kicau banyak sekali. Hal ini sangat rekomendasi banget bagi kalian penghobi burung kicau untuk lomba entah dari kacer lovers, murai batu, cucak ijo, kenari, cendet, dan pleci sekalipun. Berikut beberapa daftarnya :

  • Meningkatkan kualitas suara dan lebih rajin
  • Memberikan protein dan nilai gizi yang baik
  • Ulat mudah dicerna karena kulitnya lebih lunak
  • Sangat aman diberikan setiap hari sesuai takarannya

Sedangkan dari nilai gizinya sebagai dibawah berikut :

  • Lemak kasar 40%
  • Kandungan Abu 3%
  • Protein kasar 48%
  • Kadar air 57%
  • Ekstrak non nitrogen 8%

Harga Ulat Kandang

Guna mengetahui perkembangan pangsa pasar jual beli ulat kandang sobat bisa melihat sesuai tabel dibawah. Namun perlu diketahui bahwa setiap daerah bisa saja terdapati lebih murah dan mahal. Hal tersebut dikarenakan sedikitnya pelaku ternak dan jauhnya dari penyedia larva hidup.

NomorJenis Ulat KandangJumlah/BobotHarga Ulat Kandang
1.Kepik Ulat Kandang50 GramRp. 50.000
2.Ulat Kandang Hidup50 GramRp. 9.000-15.000
3.Ular Kandang Segar1 KGRp. 30.000-40.000
4.Tepung Ulat Kandang100-200 GramRp. 10.000-30.000

Demikian rangkaian informasi yang bisa kami sampaikan semoga dengan adanya wawasan baru diatas bisa menjadi sumber inspirasi dan referensi bagi sobat semua untuk terjun dalam bidang usaha ternak ulat. Kami mohon maaf jika masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam segi penulisan, sekian dan terimakasih.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply