Burung Murai Batu: Penjelasan, Fakta, Masteran, dan Harga Terupdate 2026

Burung Murai Batu merupakan salah satu burung kicau yang paling diminati di Indonesia. Keindahan bulunya, suara kicauannya yang merdu, serta gaya bertarungnya yang khas membuat burung ini menjadi primadona bagi para pecinta burung. Tak hanya di Indonesia, Murai Batu juga populer di negara-negara Asia Tenggara lain seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Selain sebagai hiburan, memelihara Murai Batu juga telah menjadi bagian dari gaya hidup dan hobi yang mendatangkan prestise tersendiri. Banyak penghobi rela mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkan burung Murai Batu berkualitas tinggi, bahkan mengikuti kontes kicau bergengsi. Fenomena ini juga mendorong tumbuhnya komunitas-komunitas Murai Batu yang tersebar di berbagai daerah.

Keunikan dan pesona Murai Batu tidak hanya terletak pada suara dan penampilannya, tetapi juga pada cerita-cerita di balik perawatannya, pemasterannya, hingga nilai jualnya yang bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Artikel ini akan mengulas secara mendalam tentang Burung Murai Batu, mulai dari penjelasan, fakta menarik, jenis masteran, hingga kisaran harga di pasaran.

Apa Penjelasan Tentang Burung Murai Batu?

burung murai batu

Burung Murai Batu, yang dalam bahasa ilmiah dikenal dengan nama Copsychus malabaricus, adalah burung kicau yang berasal dari keluarga Muscicapidae. Burung ini mudah dikenali dari ekornya yang panjang dan lentur, serta warna bulunya yang kontras antara hitam, putih, dan coklat kemerahan di bagian dada hingga perut. Murai Batu dikenal sebagai burung pengicau yang sangat cerdas dan memiliki kemampuan menirukan suara burung lain maupun suara lingkungan di sekitarnya.

Habitat asli Murai Batu tersebar di hutan-hutan tropis Asia Tenggara, termasuk Sumatera, Kalimantan, dan Semenanjung Malaysia. Mereka hidup di area hutan primer maupun sekunder dengan kerapatan vegetasi yang cukup lebat. Namun, akibat perburuan liar dan kerusakan habitat, populasi burung ini di alam liar semakin menurun dan kini dilindungi oleh undang-undang di berbagai negara.

Salah satu daya tarik utama Murai Batu adalah sifat territorial dan gaya bertarungnya yang unik, terutama saat mengikuti lomba. Burung jantan biasanya lebih dicari karena memiliki suara lebih lantang dan variasi lagu yang lebih kaya. Murai Batu juga terkenal dengan gaya “ngeplay”, yaitu mengembangkan bulu ekor dan tubuhnya saat berkicau untuk menarik perhatian lawan atau lawan jenisnya.

Fakta Burung Murai Batu

https://www.tvonenews.com/lifestyle/trend/416878-banyak-pemula-tertipu-bagaimana-dan-kecewa-begini-cara-memilih-murai-batu-yang-sehat-dan-mental-bagus

  1. Pandai Menirukan Suara
    Murai Batu sangat pandai menirukan suara burung lain, bahkan suara-suara di lingkungan rumah seperti suara bel, siulan, hingga suara manusia. Hal ini menjadikannya sangat digemari sebagai burung masteran.
  2. Ekor Panjang Sebagai Ciri Khas
    Salah satu ciri utama Murai Batu adalah ekornya yang panjang dan melengkung. Panjang ekor ini juga menjadi salah satu faktor penentu harga dan prestise burung di kalangan penghobi.
  3. Memiliki Banyak Varietas
    Terdapat beberapa varietas Murai Batu, di antaranya Murai Batu Medan, Murai Batu Borneo, Murai Batu Aceh, dan lainnya. Setiap varietas memiliki karakteristik suara, bentuk tubuh, dan ekor yang sedikit berbeda.
  4. Daya Tahan Tubuh Kuat
    Murai Batu dikenal sebagai burung yang memiliki daya tahan tubuh cukup kuat, asalkan perawatan dan pemberian pakan dilakukan dengan baik dan teratur.
  5. Suka Bertarung
    Murai Batu jantan memiliki sifat territorial dan suka bertarung dengan sesama jantan, terutama saat musim kawin. Gaya bertarung ini sering dijadikan penilaian dalam lomba-lomba burung kicau.
  6. Mudah Stress
    Walaupun terkenal tangguh, Murai Batu juga mudah mengalami stress jika lingkungannya tidak sesuai atau sering berpindah tempat. Stress dapat mempengaruhi kualitas suara dan kesehatan burung.
  7. Perawatan yang Tidak Sederhana
    Perawatan Murai Batu membutuhkan ketelatenan khusus, mulai dari pakan, mandi, penjemuran, hingga pemasteran agar burung tetap sehat dan gacor.

Apa Saja Masteran Burung Murai Batu?

https://www.harapanrakyat.com/
Apa Saja Masteran Burung Murai Batu

Masteran merupakan proses pemutaran suara-suara tertentu agar burung dapat menirukan suara tersebut. Tujuannya adalah agar Murai Batu memiliki variasi suara (lagu) yang lebih banyak dan berkualitas, sehingga peluang menang di lomba semakin besar. Berikut beberapa jenis masteran yang umum diberikan pada Murai Batu:

  1. Masteran Suara Burung Kapas Tembak
    Suara burung kapas tembak dikenal tajam dan rapat, sangat baik untuk melatih Murai Batu memiliki tembakan suara yang keras dan bervariasi.
  2. Masteran Suara Burung Cililin
    Suara burung cililin yang ngerol dan panjang sangat efektif untuk menambah variasi lagu pada Murai Batu.
  3. Masteran Burung Kenari
    Suara kenari yang jernih dan nyaring juga menjadi favorit sebagai masteran untuk menambah irama suara Murai Batu.
  4. Masteran Burung Lovebird
    Lovebird memiliki suara ngekek yang unik, bisa menjadi tambahan variasi unik pada Murai Batu.
  5. Masteran Suara Serangga
    Selain suara burung, suara alam seperti jangkrik dan belalang juga sering dijadikan masteran agar suara Murai Batu lebih natural.
  6. Masteran Suara Pleci dan Ciblek
    Kedua jenis burung ini memiliki suara ngebren dan rapat yang cocok untuk memperkaya variasi lagu Murai Batu.

Teknik pemasteran bisa dilakukan dengan memperdengarkan suara masteran secara rutin, baik menggunakan burung hidup sebagai master langsung maupun lewat rekaman audio. Waktu yang paling efektif untuk pemasteran biasanya pagi hari setelah Murai Batu dimandikan dan dijemur, serta sore hari menjelang istirahat.

Harga Burung Murai Batu

harga burung murai batu

Harga Murai Batu sangat bervariasi, tergantung pada faktor usia, jenis, kualitas suara, panjang ekor, hingga prestasi lomba yang pernah diraih. Berikut kisaran harga Murai Batu di pasaran pada tahun 2026:

  • Murai Batu Bakalan (Anakan): Rp 800.000 – Rp 2.000.000
  • Murai Batu Dewasa Tanpa Prestasi: Rp 1.500.000 – Rp 3.500.000
  • Murai Batu Dewasa Gacor (Rajin Bunyi): Rp 4.000.000 – Rp 8.000.000
  • Murai Batu Prestasi (Juara Lomba): Rp 10.000.000 – Rp 50.000.000, bahkan lebih jika sudah sering menjuarai event besar nasional.
  • Murai Batu Ekor Panjang Super (30 cm ke atas): Rp 15.000.000 – Rp 100.000.000 lebih, tergantung keistimewaan dan prestasi.

Faktor lain yang mempengaruhi harga antara lain asal-usul burung (trah juara), kondisi fisik dan kesehatan, serta kelengkapan dokumen legalitas burung.

Berapa Harga Murai Batu Ekor Panjang?

Murai Batu dengan ekor panjang memang sangat diminati, terutama karena keindahan fisiknya dan nilai gengsi yang tinggi. Harga Murai Batu ekor panjang sangat dipengaruhi oleh panjang ekor, keindahan bulu, serta kualitas suara. Berikut kisaran harga berdasarkan panjang ekor:

  • Ekor 20-23 cm: Rp 7.000.000 – Rp 15.000.000
  • Ekor 24-28 cm: Rp 15.000.000 – Rp 35.000.000
  • Ekor 29-32 cm: Rp 35.000.000 – Rp 100.000.000 lebih

Selain panjang ekor, harga juga akan semakin tinggi jika burung tersebut pernah memenangkan lomba atau berasal dari indukan trah juara. Tidak jarang, Murai Batu ekor panjang dengan prestasi tingkat nasional bisa terjual hingga ratusan juta rupiah.

Burung Murai Batu adalah burung yang penuh pesona, baik dari sisi keindahan, kecerdasan, maupun nilai ekonominya. Namun, di balik semua keistimewaan itu, penting bagi pecinta Murai Batu untuk tetap menjaga kelestarian spesies ini dengan membeli burung hasil penangkaran, bukan hasil tangkapan liar. Dengan begitu, hobi memelihara Murai Batu dapat terus berlangsung secara berkelanjutan tanpa merusak ekosistem alam.

Demikian ulasan lengkap mengenai Burung Murai Batu. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang ingin lebih mengenal, merawat, hingga mengembangkan hobi di dunia burung kicau, khususnya Murai Batu.

Scroll to Top